Arsip untuk Januari 2009
Pertama Tidak Sama Dengan Terakhir?

Tidak terasa waktu telah menunjukkan pukul 23.50 waktu Jogja. Entah apa saja yang aku lakukan tadi. Perasaanku kembali berkecamuk. Hatiku ingin menangis, tapi tanpa air mata kalau bisa. Lagi-lagi perasaan itu menyerangku. Perasaan dimana aku merasa berada di padang pasir, panas dan gersang. Entahlah, aku benar-benar tidak dapat menjelaskan perasaan apa ini. Aku pikir aku sudah terbebas dari musuh besarku ini. Namun ternyata tidak, aku salah, dan entah kenapa aku seringkali melakukan kesalahan, prediksiku seringkali meleset dan tidak sesuai dengan apa yang aku harapkan. Perasaan ini tetap bersemayam dalam diriku. Ah sudahlah, mungkin aku hanya kesepian. Baca entri selengkapnya »
Kelanjutan Seminar Nasional?

Alhamdulillah pagi ini cukup cerah dan dapat aku nikmati. Ada tambahan bagi Anda yang ingin mengikuti “Seminar Nasional Aljabar, Pengajaran, dan Terapannya 2009″ di UNY besok, yaitu jika Anda mengirimkan makalah untuk dipresentasikan maka Anda akan mendapatkan sebuah email balasan yang berisi undangan. Di bawah ini adalah cuplikannya. Baca entri selengkapnya »
(40 + 18) Menit Untuk Bicara

Baru saja aku mengalami hal yang aneh dan menarik. Aku tertawa geli saat mereview kembali apa yang telah aku lakukan dan melihat apa yang terjadi tadi. Aku kembali teringat akan tulisanku berjudul ”Mari Ngeteh, Mari Bicara” dahulu, tetapi yang mengajak untuk bicara kali ini bukanlah aku, melainkan orang lain. Yah, aku kalah cepat dalam hal ini, tetapi tidak apalah. Setidaknya ada pihak yang telah memulainya terlebih dahulu. Maksudku ada seseorang yang beritikad baik untuk berusaha mencoba menyelesaikan masalah denganku. Baca entri selengkapnya »
Undangan “Jamuan Teh Sari Wangi”

Assalaamu’alaikum. Alhamdulillah, aku masih dapat menikmati pagi yang cerah hari ini. Sahabat, saat aku cek email pagi ini, ada sebuah email masuk yang berisi undangan. Berikut adalah isi email tersebut. Baca entri selengkapnya »
Mari Minta Maaf

Alhamdulillah, aku dapat menikmati pagi yang indah di hari yang cerah ini. Pagi ini aku ingin berceloteh kembali seputar hidupku beberapa hari ini. Setelah hampir dua minggu aku mengikuti UAS (ujian akhir semester), aku disibukkan dengan buku-buku dan fotokopian-fotokopian berbagai catatan milik beberapa sahabat, selain juga harus menyelesaikan revisi skripsiku. Karena aku tidak hobi mencatat maka aku harus melakukan ini semua, dan ternyata aku harus membayar mahal untuk ini, karena tidak semua fotokopian catatan tersebut dapat aku mengerti dengan baik. Imbasnya, sepertinya aku harus menatap nilai-nilai ujianku dengan perasaan galau dan sedikit meneteskan air mata nantinya. Tidak berakhir bahagia intinya. Namun sudahlah, tidak apa-apa menurutku. Baca entri selengkapnya »