.: Selamat Datang :. [bagian 'pribadi' dari http://samsul-arifin.math.web.id]

[bagian "pribadi" dari http://samsul-arifin.math.web.id/]

Sedikit Tentang Ipin Kecil

dengan 4 komentar

aku2

Setelah tilawah beberapa lembar dan bingung mau berbuat apa, aku pikir akan lebih bermanfaat kalau aku sedikit “mereview” hidupku. Aku merasa memori tentang masa kecilku semakin lama semakin “menghilang” dan memudar dari ingatanku. Lari dari diriku, tertumpuk oleh ingatan-ingatan baru yang semakin banyak. Sebelum semuanya hilang, aku ingin menulis apa yang aku ingat tentang masa kecilku. Huh, membayangkan kembali bagaimana ipin kecil tumbuh dan berkembang, adalah saat-saat yang menyenangkan. Aku ingin menyajikannya untuk Anda, dan khususnya pada diriku sendiri. Semoga Anda tidak muak membacanya.

Seingatku, kata ibuku, aku lahir di daerah Cakung, Jakarta Timur. Katanya ketuban/“ari-ari”-ku ini langsung ditanam di dekat kontrakan sederhana yang dihuni ayah-ibuku dahulu, yang sekarang telah rata dengan tanah dan menjadi jalan tol. Kasihan sekali “saudara”ku itu. Sungguh mengenaskan. “Ari-ari”-ku, temanku saat aku berada di dalam perut ibuku selama 9 bulan, kini telah menjadi bagian dari jalan raya ibu kota yang macet dan panas tersengat matahari.

Bayi ipin tumbuh dengan normal dan mendapatkan kasih sayang yang cukup dari kedua orang tuanya saat itu. Walaupun tubuhnya sangat kecil, tetapi sangat sehat. Saat berumur kira-kira satu tahun, ayahku membawaku dan ibuku kembali ke kampung halaman, yaitu Kebuman. Kami tinggal cukup lama di Kebumen, yaitu sampai aku berumur sekitar 4 tahun, sampai akhirnya ayah membawa kami semua kembali ke Jakarta. Enak juga sepertinya hidup “nomaden” seperti ini.

Pertama kali, kami tinggal di daerah Sunter, Jakarta Utara. Kami tinggal di sebuah kontrakan sederhana dan cukup besar. Cukup untuk kami bertiga. Alasan ayah memilih lokasi di sini adalah karena dekat dengan tempat ia bekerja, yaitu di dalam kampus IBII (Institut Bisnis Indonesia), sebuah kampus swasta milik mantan menteri keuangan Indonesia, Kwik Kian Gie. Selang beberapa saat adikku yang pertama lahir. Anggota keluargaku bertambah satu. Setelah satu tahun lebih tinggal di sini, kami pindah ke daerah Pulo Nangka, Jakarta Timur. Mencari kehidupan yang sedikit lebih tenang, karena di daerah Sunter tadi, sangatlah “berisik” dan sangat tidak nyaman. “Crowded” pokoknya. Di Pulo Nangka ternyata ini ada Madratsah Ibtidaiyah (MI) Al-Kenaniyah, dan akirnya aku bersekolah di MI tersebut. Perlu Anda ketahui, di Jakarta dulu ada peraturan yang menyatakan bahwa seorang anak baru boleh masuk SD/MI setelah berumur 7 tahun. Ironis sekali. Aku sangat sedih saat tahu bahwa teman-temanku sekarang, masuk SD dulu pada usia 5 tahun. Imbasnya saat ini akulah yang tertua di program studi Matematika angkatan 2004. Yah, mungkin ini sudah takdirku.

Di MI Al-Kenaniyah ini adalah masa-masa keemasanku. Setiap akhir catur wulan, saat pembagian rapor, aku pasti mendapatkan ranking pertama. Alhamdulillah aku dapat membantu kedua orang tuaku dengan tidak pernah meminta dibelikan buku tulis, karena setiap akhir cawu (catur wulan), aku mendapatkan 1 atau 2 pak buku tulis sebagai hadiah. Senang rasanya kalau mengingat masa keemasanku ini. Kalau tidak salah aku sudah dapat membaca Alquran dengan lancar pada saat aku kelas satu akhir. Aku sangat lincah dan cepat dalam berlari. Tidak jarang juga aku berkelahi pada masa ini. Di sekolah ini aku tidak mengalami kesulitan dalam mencari teman, karena teman-temanku cukup banyak di sini. Ipin kecil tumbuh dengan bahagia di sekolah ini. Ia mendapatkan apa yang ia butuhkan saat itu, yaitu kasih sayang yang cukup dari orang tua, teman yang banyak dan baik, tambah lagi prestasi di sekolah yang “abadi”.

“Jodohku” dengan MI ini hanya sekitar 4 tahun, karena saat aku menginjak kelas 4 cawu 3, aku dan keluargaku harus pindah lagi ke Kebumen. Aku langsung didaftarkan di SDN 1 Surotrunan dekat rumah. Pertama kali sekolah di SD ini, aku sangat kesulitan dalam pelajaran Bahasa Jawa, karena itu di akhir catur wulan, aku mendapatkan nilai merah pada mata pelajaran ini. Nilai merah ini adalah nilai merah pertama dan terakhir yang aku dapatkan sepanjang hidupku. Tidak akan pernah aku lupakan. Akan aku ceritakan kepada cucu-cucuku kelak.

“Masa keemasan”ku akhirnya dapat aku raih kembali di SD ini. Alhamdulillah saat menginjak kelas 5 cawu 3, akhirnya aku berhasil mendapatkan ranking pertama, dan hal ini berlanjut sampat akhir kelas 6. Perlu adaptasi satu tahun ternyata untuk kembali berprestasi di SD ini. Alhamdulillah aku juga tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan teman di SD ini. Teman-teman sepermainanku cukup banyak. Aku juga tidak menemui hambatan yang cukup berarti dalam menguasai bahasa Jawa “ngapak”, karena memang tidaklah sulit untuk dipelajari dan digunakan.

aku2

Itulah sekelumit tentang bagaimana ipin kecil tumbuh dan berkembang sebagai bocah laki-laki yang nakal, tetap patuh pada orang tua. “Fase” kehidupan ini ikut andil dalam pembentukan karakter yang aku miliki saat ini. Bahagia sekali rasanya menjadi anak-anak. Hari demi hari aku lalui dengan tertawa dan perasaan senang. Ah, semoga aku tidak berlebihan dalam menggunakan masa kecilku dulu.

Ditulis oleh arifinsamsul

September 7, 2008 pada 4:16 pm

Ditulis dalam Uncategorized

4 Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. masa sich pin koe lahire ning jakarta?
    kok cara bicaramu, yg kuingat, ngapak bgt?

    tamanlumut liliput

    September 15, 2008 pada 7:50 pm

  2. iya koh temenan. aku seperti kacang yang lupa akan kulitnya. wong gedhe nang kebumen ya ngapake kuat banget.

    ipin-item212

    September 16, 2008 pada 8:27 pm

  3. kulanuwun……… salam kenal karo cah angon sikumbang…!

    burhame madasis kumbang

    Juli 30, 2009 pada 9:05 am

  4. ipin, kapan main ke jakarta?
    T_T

    fairuzdarin

    Februari 8, 2010 pada 5:06 am


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.